Bupati Indramayu Lucky Hakim baru saja membuat kebijakan tak biasa. Demi mengatasi hama tikus yang merajalela dan meresahkan petani, Bupati Lucky Hakim membuat kebijakan yang cukup unik yakni melepaskan ular ke area persawahan.
Kebijakan ini mempertimbangkan ilmu ekologis mengandalkan sistem rantai makanan. Kebijakan tersebut direalisasikan bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia (17/08/2025). Sebanyak 1.200 ular dilepaskan ke area persawahan.
Dalam unggahan video sosial media instagram @sahabat.luckyhakim tampak Lucky dengan seragam dinas Bupati lengkap membuka kotak berwarna putih. Setelah itu ia memegang beberapa ular untuk kemudian bersiap dilepaskan.
“Oke, ready ya?,” ucap Lucky yang kemudian langsung melepasliarkan ular-ular tersebut. Tak butuh waktu lama, ular tersebut langsung hilang tak terlihat setelah dilepaskan oleh Bupati Indramayu yang terpilih pada Pilkada 2024 lalu.
Adapun ular-ular yang dilepaskan merupakan ular yang memang berhabitat di sawah serta tidak berbisa. Beberapa jenis ular yang dilepas yakni ular lanang sapi (Coelognathus radiatus) dan ular koros (Ptyas korros). Kebijakan pelepasan ribuan ular ke sawah ini diberi nama “Ular Sahabat Tani”.
Harapan dari kebijakan ini yakni untuk menghindari kejadian gagal panen akibat hama. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk memanfaatkan ular sebagai predator alami tikus, sehingga dapat mengurangi ketergantungan petani pada penggunaan rodentisida kimia.
Setelah video tersebut diedarkan ke sosial media, sontak membuat heboh masyarakat luas. Pasalnya sebelum kebijakan tersebut resmi direalisasikan secara simbolis melalui pelepasan ular secara liar oleh Bupati Lucky, kebijakan tersebut telah viral lebih dulu.
Banyak akun-akun sosial media yang mengabarkan kebijakan tentang “Ular Sahabat Tani”. Ada yang mendukung ada pula yang kontra atas kebijakan tersebut.
“Haha inovasinya begini amat pak. Di Jepang udah make teknologi,” ujar akun @gege.ardiass di postingan akun @sahabat.luckyhakim.
“Aduh padahal jaman udah modern,” sentil akun @rush.idridho.
@dinnarsyahrial juga turut tidak setuju dengan kebijakan tersebut “Gak pikir panjang, kenapa harus uler.. Kocak dah ah,” ujarnya.


