Aksi Massa menyuarakan keinginan dan beberapa tuntutan kepada anggota dewan tidak membuahkan hasil yang baik. Aksi yang terjadi sejak 25 Agustus dipicu akibat inisatif tidak perlu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menambah beberapa tunjangan.
Salah satu tunjangan yang paling disorot yakni tunjangan tempat tinggal dewan yang nilainya 10 kali UMR Jakarta. Selain itu, aksi joget-joget di ruang kehormatan milik rakyat yang dilakukan oleh para anggota dewan juga menjadi penyulut amarah publik.
Puncaknya, ucapan kotor Uya Kuya, Nafa Urbach, Eko Patrio, Ahmad Syahroni dan Deddy Sitorus yang menghina masyarakat memicu aksi protes besar-besaran terjadi. Saat aksi terjadi, aktor utama pemicu aksi yakni Ahmad Syahroni bukannya membuat tenang guna meredam amarah publik, malah dengan berani melawan kepada tuannya sendiri yakni rakyat.
Beberapa kali Ahmad Syahroni meladeni beberapa masyarakat yang marah karena kelakuaannya, dengan mengumbar dan membocorkan data pribadi yang bersifat privasi masyarakat tersebut melalui sosial medianya.
Ancaman demi ancaman juga dilakukan oleh Ahmad Syahroni berupa ancaman akan mencari atau mendatangi para masyarakat yang mengkritik dirinya sebagai anggota dewan maupun instansi tempat dia bekerja.
Namanya pun akhirnya terending topik di berbagai sosial media. Massa pun akhirnya mendatangi rumahnya di daerah Priok, Jakarta Utara. Rumahnya menjadi sasaran amuk massa serta penjarahan barang-barang pribadi.
Barang berharga berupa jam tangan merek Richard Mille yang ditaksir menyentuh harga 11 Miliar, mobil-mobil mewah, serta action figur berpindah tangan.
Selain itu, anggota dewan yang lain seperti Nafa Urbach dengan quotes “Banyak sekali anggota Dewan yang dari luar kota, maka dari itu banyak sekali anggota dewan yang kontrak di dekat senayan supaya memudahkan mereka untuk ke DPR, ke kantor. Saya saja yang tinggal di Bintaro itu macetnya luar biasa, ini sudah setengah jam di perjalanan masih macet,” menjadi penyebab datangnya massa ke rumahnya.
Selain Ahmad Syahroni dan Nafa Urbach dari Partai Nasdem yang sudah nonaktif, adapula Eko Patrio yang rumahnya ikut jadi sasaran amuk massa. Rumah Eko Patrio turut jadi sasaran disebabkan aksi berjogetnya di gedung DPR serta menjawab kritikan masyarakat soal jogetan tersebut dengan berjoget kembali di sosial medianya.


